Rabu, 12 Juli 2017

PROPOSAL MANAJEMEN KEPERAWATAN ‘DESIMINASI AWAL’

PROPOSAL
MANAJEMEN KEPERAWATAN
‘DESIMINASI AWAL’
 

                                        






OLEH:
KELOMPOK 2



1.      AHMAD FAQIH M, S.Kep
2.      AULIA AISYAH PUTRI, S.Kep
3.      BESTHELINA M, S.Kep
4.      DORYANTI , S.Kep
5.      DWI RIZKI AULIA, S.Kep
6.      ELSA MARLINA A, S.Kep
7.      EVI SUSANTI S, S.Kep
8.      IMAM ARIFIN , S.Kep
9.      ISWADI, S.Kep
10.  M. BAHRUL UDIN, S.Kep
11.  RAMAYADI SARAGIH, S.Kep
12.  RANA ULFA, S.Kep
13.  RIZKI EKA RAHMITA, S.Kep
14.  SRI DEWI AYU NINGSIH, S.Kep
15.  WIDYA NATALIA S, S.Kep,-
16.  WINDA MAYANG SARI, S.Kep
17.  WINDRA  JEKI, S.Kep
18.  YENI A. SEMBIRING, S.Kep
19.  YESIKA BR TARIGAN, S.Kep,-




   PROGRAM STUDI PROFESI NERS                                                                    SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MEDISTRA                                               LUBUK PAKAM                                                                                                                  2016


Paper Trauma Thoraks



PAPER
“TRAUMA THORAX”



OLEH:
DORYANTI RAJAGUKGUK
NPM ; 12.11.021


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN (PSIK)
MEDISTRA LUBUK PAKAM
TA 2015/2016
TUJUAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran Umum
Untuk mengetahui dan mengenal tentang Trauma Thorax
Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu :
1.      Mengerti tentang konsep dasar trauma thorax
2.      Dapat menyebutkan dan menjelaskan anatomi rongga thorax
3.      Menjelaskan klasifikasi trauma thorax
4.      Menjelaskan asuhan keperawatan pada trauma thorax
PENDAHULUAN
Trauma merupakan masalah kesehatan yang utama di seluruh dunia terutama di negara maju dan negara berkembang. Di Indonesia, trauma merupakan penyebab kematian nomor empat pada kelompok umur 15-25 tahun.Trauma thorax kebanyakan disebabkan kecelakaan lalu lintas.
Di dalam rongga thoraks terdapat dua organ yang sangat vital bagi manusia yaitu paru-paru dan jantung. Jika terjadi benturan atau trauma pada thorax , kedua organ vital tersebut dapat mengalami gangguan bahkan kerusakan.. banyak penyebab terjadinya trauma thorax, diantaranya kecelakaan, tertimpa benda berat, prosedur invasif dari tenaga medis untuk terapi tertentu, luka tusuk, luka tembak dan sebagainya.





URAIAN MATERI
A.    Defenisi Trauma Thorax
            Trauma adalah cedera fisik dan psikis, kekerasan yang mengakibatkan cedera. Sedangkan trauma thorax adalah suatu keadaan dimana terjadi benturan baik tumpul maupun tajam pada dada atau dinding thorax yang menyebabkan kelainan bentuk pada rongga thorak, sehingga dapat mengakibatkan gangguan fungsi pada organ bagian dada yaitu jantung dan paru-paru, sehingga terjadi kondidi patologis traumatik antara lain ; hemothorax, pneumothorax, tamponade jantung dan sebagainya.
B.     Anatomi Rongga Thorax
            Rongga thorax tersusun atas tulang dan tulang rawan thorax berupa sebuah rongga berbentuk kerucut, di bawah lebih lebar daripada di atas dan di belakang lebih panjang daripada di depan.
Batas-batas yang membentuk rongga di dalam thorax :
Sternum dan tulang rawan kosta di depan,
Keduabelas ruas tulang punggung beserta cakram antarruas ( disscuss intervertebralis ) yang terbuat dari tulang rawan,
Kosta beserta otot intercostal di sampingnya,
Diafragma di bawah, dan
Dasar leher di atas.
Isi :
Sebelah kanan dan kiri rongga dada terisi penuh  oleh paru-paru serta pleura dan membentuk batas  lateral pada mediastinum.
Mediastinum adalah ruang di dalam rongga dada antara kedua paru-paru. Isinya jantung dan pembuluh darah besar, usofagus, duktus torasika,  aorta desndens, vena kava superior, saraf vagus dan frenikus, dan sejumlah besar kelenjar limfe.
C.    Etiologi Trauma Thorax
1. Trauma tumpul
            a. kecelakaan atau tertimpa beban berat
            b. pukulan pada dada atau tekanan pada dada
2. Trauma tajam (tembus)
            a. luka tembak
            b. luka tikam/ tusuk/ prosedur invasif
3. Tindakan medis
D.    Klasifikasi Trauma Thorax

a. Flail Chest
Flail chest terjadi jika dua kosta berdekatan atau lebih mengalami fraktur pada dua tempat atau lebih. Bila fraktur terjadi pada dua sisi maka stabilitas dinding dada lebih besar dan kurang mengancam ventilasi daripada bila terjadi pada satu sisi. Bila segmen rangka thorax mengambang bebas, maka ia akan terdorong ke dalam oleh tekanan atmosfir biasa yang mengurangi kemampuan paru untuk berekspansi pada saat inspirasi. Pada ekspirasi, tekanan paru yang meningkat akan mendorong udara keluar dari paru tetapi segmen ini yang telah kehilangan integritasnya akan menonjol ke luar sehingga kesanggupan sangkar  thorax akan mendorong udara keluar dari paru akan berkurang. Gerakan segmen “flail” keluar-masuk (yang disebut juga respirasi paradoksal), mencegah ventilasi yang adekuat. Segmen sangkar dada yang dapat bergerak ini harus distabilisasikan, agar gerakan paradoksal dihilangkan.
b. Pneumothorax
            Udara dapat masuk ke dalam rongga pleura bila ada laserasi atau robekan pada paru, bronkus atau trakea atau bila adanya luka tembus yang menghubungkan rongga pleura ke dunia luar. Akumulasi udara akan mengurangi udara yang diperoleh pada tiap gerakan respirasi. Akumulasi udara lebih lanjut akan mengurangi ekspansi paru.
Pneumothorax spontan dapat terjadi tanpa trauma eksternal dimana adanya keadaan patologis yang memungkinkan alveolus atau bronkus trakeal berhubungan dengan rongga pleura.
Pneumothorax traumatik dapat langsung akibat luka tusuk atau secara tak langsung oleh trauma tumpul.
Tension pneumothorax terjadi bila udara masuk ke rongga pleura tetapi tidak dapat kembali ke alveolus tempat asalnya maupun ke dunia luar
c. Hemothorax
            Hemothorax tersering bila ujung kosta patah melukai arteri interthoraxl yang menyertai pada trauma tumpul walaupun penetrasikosta ke dalam jaringan paru atau pembuluh besar paru, dapat juga menyebabkan akumulasi darah. Diagnosis hemothorax diperkirakan bila ada pengurangan bunyi pernapasan dan pengurangan bunyi perkusi timpani di atas segmen bawah satu atau dua paru.
d. Fraktur tulang kosta
Pada kasus fraktur kosta jarang terjadi pada anak-anak  karena kostanya masih elastis, pada orang dewasa dapat terjadi. Dan patahnya terjadi pada sudut  kosta Biasanya diajarkan  latihan bernapas. Pasien dianjurkan banyak bergerakdan kostanya akan sembuh. Rasa mengganggu hanya selama kira-kira seminggu. Jika dada terhimpit hebat, maka tulang kosta akan terdorong ke dalam dan menyebabkan luka pada organ di bawahnya, baik di dalam rongga thorax maupun rongga perut. Dalam hal ini pengikatan dengan plester (strapping) yang kuat akan membatasi gerakan dari kosta yang patah.
            Fraktur tekanan dapat terjadi pada orang yang lemah diakibatkan oleh hiperaktifnya otot interthoraxl, bisa terjadi pada saat batuk.
            Pemijatan jantung dari luar, jika tidak dilakukan oleh orang yang sudah ahli, dapat membuat dislokasi tulang kosta bahkan kosta dapat patah.
e. Tamponade jantung
            Tamponade jantung biasanya akibat luka tembus jantung. Darah memenuhi kantong perikardium terutama pengisian diastolik jantung. Kontraksi miokardium sistolik jarang terbatas, tetapi terdapat penurunan curah jantung sebagai akibat dari kegagalan pengisian jantung yang adekuat. Pada trauma akut, sekecil 150 sampai 250 ml darah dapat menimbulkan tamponade, berbeda dengan penderita efusi perikardium kronik, tempat tamponade memerlukan sebanyak satu liter cairan. Syok ditandai secara klinis oleh kulit yang basah dan dingin, bunyi jantung terdengar jauh dan denyut nadi yang cepat. Vena jugularis dan vena-vena wajah terdistensi serta terdapat sianosis. Bisa timbul penurunan haluaran urin.
E.     Patofisiologi
Trauma benda tumpul pada bagian thorax , biasanya menyebabkan memar atau jejas trauma pada bagian yang terkena. Jika mengenai sternum, trauma tumpul dapat menyebabkan kontusio paru maupun kontusio pada otot jantung. Keadaan ini ditandai dengan adanya perubahan tamponade pada jantung atau tampak kesukaran bernapas.
Trauma benda tajam pada bagian thorax sering berdampak lebih buruk dibanding dengan yang diakibatkan trauma benda tumpul, karena vbenda tajam langsung dapat menusuk atau menembus dada dengan merobek pembuluh darah intercostal dan menembus organ yang berada di posisi penusukan.Kondisi ini dapat menyebabkan hemothoraks.
F.     Manifestasi Klinis
a. Tak ada bunyi pernapasan (pengurangan bunyi perkusi timpani)
b. Deviasi trakea yang menjauhi sisi paru tanpa bunyi pernapasan
c. Sianosis
d. Distensi vena jugularis
e. Kemungkinan terjadinya emfisema subkutis
f. Nyeri dada
g. Denyut nadi cepat
h. Penurunan haluaran urin
i. Kelainan EKG
G.    Pemeriksaan Penunjang
a. Radiologi : Photo thorax
b. Laboratorium : Analisa AGDa
c. Pemeriksaan EKG
H.     Penatalaksanaan
a. Pemasangan WSD
b. Aspirasi
c. Intubasi atau pemasangan endotrakeal tube
d. Pemberian oksigen
e. Strapping



RANGKUMAN
Trauma thorax adalah suatu keadaan dimana terjadi benturan baik tumpul maupun tajam pada dada atau dinding thorax yang menyebabkan kelainan bentuk pada rongga thorak, sehingga dapat mengakibatkan gangguan fungsi pada organ bagian dada yaitu jantung dan paru-paru, sehingga terjadi kondidi patologis traumatik antara lain ; hemothorax, pneumothorax, tamponade jantung dan sebagainya.




DAFTAR PUSTAKA

Boswick, John. (2012). Perawatan Gawat Darurat. Penerbit Buku Kedokteran ECG, Jakarta.
Pearce, Evelyn. (2010). Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Penerbit Gramedia Utama, Jakarta.
Wilkinson, J.M. & Ahern, N.R. (2009). Buku Saku Diagnosis Keperawatan (Ed. 9). Penerbit Buku Kedokteran ECG, Jakarta.
Musliha. (2011).. Keperawatan Gawat Darurat. Penerbit Nuha Medika, Yogyakarta.


Contoh Kata Pengantar dan Daftar Isi Makalah

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat  Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat  dan  karunianya sehingga kami diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.Makalah ini disusun sebagai tugas kuliah dan usaha kami dalam meningkatkan wawasan tentang GERONTIK.
Kami berharap makalah ini dapat digunakan sebaik- baiknya.  Setiap pembahasannya kami uraikan dengan rinci agar mudah dalam memahaminya. Kami berusaha agar makalah ini dapat dipahami bersama. Semoga melalui makalah ini kita dapat memperluas wawasan kita .
Kami sadari bahwa makalah ini banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Walaupun kami telah berusaha dengan maksimal dan mencurahkan segala pikiran, kemampuan yang kami miliki. Makalah kami masih banyak kekurangan baik dari segi bahasa, pengolahan, maupun dalam penyusunannya. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi tercapainya kesempurnaan.
Makalah ini tidak mungkin terwujud tanpa bantuan teman-teman, semoga makalah sederhana ini bermanfaat  bagi kita semua. Amin.




Lubuk Pakam, Juni 2016



Kelompok




DAFTAR ISI
                                                                                                                     Halaman
Kata Pengantar............................................................................................     i
Daftar Isi.......................................................................................................     ii
BAB I   PENDAHULUAN..........................................................................     1
A.      Latar Belakang..........................................................................     1
B.       Tujuan Penulisan ......................................................................     2
BAB II  TINJAUAN PUSTAKA...............................................................     3
2.1.  Anatomi Fisiologi......................................................................... 3
2.2.  Defenisi               ....................................................................... 4
23.  Etiologi                 ....................................................................... 4
2.4.  Klasifikasi            ....................................................................... 5
2.5. Patofisiologi          ....................................................................... 6
2.6. Manifestasi Klinis ....................................................................... 7
2.7 . Penatalaksanaan   ....................................................................... 8      
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN.....................................................    9
3.1 Pengkajian Keperawatan............................................................    9
3.2. Diagnosa Keperawatan.............................................................    11
3.3. Intervensi Keperawatan............................................................    11
BAB IV PENUTUP.....................................................................................    14
4.1.Kesimpulan................................................................................    14
4.2 Saran..........................................................................................    14



DAFTAR PUSTAKA



Contoh Cover Makalah

“MAKALAH”
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN
Description: D:\LOGO\Copy of loga stikes 123.jpg









Disusun Oleh :
KELOMPOK 6

1.      DORYANTI RAJAGUKGUK
2.      JANDRI LUMBAN SIANTAR
3.      MANTOMI SINAGA
4.      RISKA FAKHRUNISA
5.      SITI PARIDAH


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MEDISTRA
LUBUK PAKAM

TAHUN 2016

Contoh Daftar Isi Skripsi

DAFTAR ISI
                                                                                                                     Halaman
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR................................................................................       i
DAFTAR ISI................................................................................................       iii
DAFTAR SKEMA......................................................................................       iv
DAFTAR TABEL.......................................................................................       v
DAFTAR LAMPIRAN..............................................................................       vi
BAB I   PENDAHULUAN.........................................................................         I
A.    Latar Belakang..........................................................................         1
B.     Rumusan Masalah.....................................................................         6
C.     Tujuan Penelitian .....................................................................         6
D.    Tujuan Umum...........................................................................         6
E.     Tujuan Khusus..........................................................................         6
F.      Manfaat Penelitian....................................................................         7
                                             
BAB II  TINJAUAN PUSTAKA...............................................................         9
A.    Mobilisasi ..................................................................................         9
1.  Pengertian...................................................................................         9
2.  Jenis ...........................................................................................        10
3.  Tahapan Mobilisasi Progresif......................................................        13

B.     Stroke........................................................................................       15
1.      Pengertian..................................................................................       15
2.      Klasifikasi Stroke......................................................................       16
3.      Faktor Resiko Stroke.................................................................       19
4.      Manifestasi Klinis......................................................................       25
5.      Pencegahan ...............................................................................       28
6.      Penatalaksanan..........................................................................       28

C.     Dekubitus..................................................................................       29
1.        Pengertian..................................................................................       29
2.        Etiologi Dekubitus.....................................................................       30
3.        Patofisiologi...............................................................................       31
4.        Faktor Resiko Dekubitus...........................................................       32
5.        Tempat Terjadinya Dekubitus...................................................       35
6.        Klasifikasi Menurut NPUAP.....................................................       36
7.        Klasifikasi Berdasarkan Staging dan Warna.............................       37
8.        Penyembuhan Luka...................................................................       38
9.        Fase Penyembuhan Luka...........................................................       38

D.    Kerangka Teori.........................................................................      41
E.     Kerangka Konsep....................................................................       42
F.     Hipotesis Penelitian...................................................................       42

BAB III METODE PENELITIAN............................................................       43
A. Jenis Dan Rancangan Penelitian.................................................       44
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian.....................................................       44
1.  Lokasi....................................................................................      44
2.  Waktu Peneliti.......................................................................      44
C.  Populasi Dan Sampel Penelitian................................................       45
1. Populasi...................................................................................       45
2. Sampel....................................................................................       45
              D. Teknik Pengambilan Sampel ......................................................       46
E. Metode Pengumpulan Data........................................................       47
F. Variabel Dan Defenisi Operasional.............................................       48
1. Variabel Penelitian..................................................................       48
                   2. Defenisi Operasional...............................................................       48
G. Metode Pengukuran Data...........................................................       49
H. Metode Analisa Data..................................................................       51
1. Pengolahan Data.....................................................................       51
2. Analisa Data...........................................................................       52

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN














Daftar Skema
Nomor                                           Judul Skema                                    Halaman
Skema 2.1 Kerangka Teori......................................................................       41       
Skema 2.2 Kerangka Konsep ………………………………………….       42
Skema 3.1 Rancangan Penelitian ...........................................................       43


















DAFTAR TABEL
Nomor                                                   Judul Tabel                                          Halaman
Tabel 3.1 Rencana Kegiatan Penelitian ………………........................          44
Tabel 3.2 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional .....................           49


























DAFTAR LAMPIRAN
Nomor                                        Judul  Lampiran                                Halaman
Lampiran 1 Permohonan Menjadi Responden............................................. 56
Lampiran 2 Pernyataan Menjadi Responden............................................... 57 
Lampiran 3 Lembar Observasi Mobilisasi Progresif ……….……..........58